Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi
‘Analisa Struktur Organisasi Studi pada SMAN 2
Cibinong’
Sejarah Singkat
SMAN 2 Cibinong Bogor
SMA Negeri 2 Cibinong resmi berdiri
berdasarkan Surat Keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No.
0260/0/1994 tanggal 5 Oktober 1994. Peresmiannya baru dilaksanakan di Bogor
pada tanggal 24 Desember 1994 oleh Bapak Drs. H.S Yusupadi yang pada saat itu
menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa
Barat.
Dalam proses pembentukannya SMA Negeri 2
Cibinong untuk pertama kalinya memiliki formasi siswa kelas I sebanyak 3 kelas
yang tadinya merupakan Kelas Jauh SMAN 1 Cibinong yang terletak di Jl. Mayor
Oking . Kedua sekolah tersebut secara bersamaan dipimpin oleh Bapak Drs. Irlan
Sumadi (1993-1995) begitu juga para pendidik dan staf Tata Usahanya merupakan
pembauran dari dua lembaga tersebut. Pada tahun 1994 jumlah guru yang diangkat
sebanyak 19 orang dan TU-nya 1 orang. Sarana yang dimiliki pada saat itu
terdiri dari Ruang Perkantoran, Ruang Guru, Ruang perpustakaan dan tiga ruang
kelas.
Periode selanjutnya SMA Negeri 2 Cibinong
dipimpin oleh Bapak Drs. U. Ali Muchtar (1995-1996) dan pada saat itu pertama
kalinya SMA Negeri 2 Cibinong meluluskan generasi pertama alumni SMA Negeri 2
Cibinong. Pimpinan SMA Negeri 2 Cibinong yang ketiga yaitu Bapak Drs. Ali
Rochman (1997-1999) dimana SMA Negeri 2 Cibinong mulai dilirik eksistensinya
ditambah dengan sarana prasarana sekolah yang semakin bertambah.
Periode berikutnya SMA Negeri 2 Cibinong
dipimpin oleh Ibu Dra. Hj. Tati Sumiati (1999-2005). Pada masa ini SMAN 2
Cibinong mulai unjuk dalam berbagai prestasi baik akademik dan non akademik.
Animo masyarakat untuk menitipkan putra putrinya untuk bersekolah d SMA Negeri
2 Cibinong semakin tinggi. Sekolah dengan satu shift mulai diberlakukan.
Dra. Hj. Komariah (2005-2006) merupakan
pemimpin SMA Negeri 2 Cibinong yang ke lima. Dalam kepemimpinanya semakin
ditanamkan bahwa akhlak mulia dan budi pekerti yang tinggi merupakan salah satu
unggulan SMA Negeri 2 Cibinong.
Pemimpin berikutnya di SMA Negeri
2 Cibinong adalah Dra. Hj. Zuraidah, MM (2006-2011). Beliau memberikan banyak
perubahan inovatif dalam bidang pendidikan antara lain Full Day School, Moving
Class, Sister School, School Based IT, Adaption and Adoption Of Curriculum of
Cambridge dan peningkatan dalam bidang sarana dan prasarana. SMA Negeri 2
Cibinong semakin menonjol dalam berbagai prestasi baik akademik maupun non
akademik seperti juara OSN, O2SN serta yang membanggakan lagi adalah banyaknya
siswa yang diterima di PTN maupun PT di luar negeri. Bahkan ditambah lagi
dengan diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat untuk ditunjuk sebagai Rintisan
Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) untuk wilayah Kabupaten Bogor yang
dirintis sejak tahun 2007. SMA Negeri 2 Cibinong tidak henti-hentinya berbenah
diri, diantaranya dengan membangun beberapa ruang kelas, ruang kelas yang lama
diganti dengan membangun ruang kelas baru, sehingga sekarang wajah SMA Negeri 2
Cibinong semakin cantik dan sampai saat ini semua bangunan lama sudah berubah
dengan bangunan baru.
Bapak Drs. Hidayat, MM (2011-2013) merupakan
pemimpin SMA Negeri 2 Cibinong yang ke tujuh dimana pada periode ini SMA Negeri
2 Cibinong sebagai RSBI menjadi SBI. Prestasi siswa maupun prestasi para alumni
semakin membanggakan. Berbagai kejuaraan ditoreh, juara umum OSN tingkat
Kabupaten secara berturut-turut sampai dengan tingkat nasional dan 90%
siswa diterima di PTN baik melalui jalur tulis maupun jalur undangan.
Saat ini SMA Negeri 2 Cibinong dipimpin oleh
Bapak Dr. Bambang Supriyadi, M.Pd (2014-sekarang) dan beliau senantiasa
meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang baik akademik maupun non akademik.
Berbagai program peningkatan mutu pendidikan tengah dikembangkan dan SMAN 2
Cibinong semakin hari semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat dan
pemerintah daerah.
Generasi demi generasi terus silih berganti
menyempurnakan dan menyemarakkan perjalanan SMA Negeri 2 Cibinong dengan segala
suka dukanya hingga sekarang ini. Hal ini yang akan menjadikan SMA Negeri 2
Cibinong sekolah unggulan di Kabupaten Bogor maupun di Propinsi Jawa
Barat.
VISI & MISI
VISI
TERWUJUDNYA
WARGA SEKOLAH YANG BERAKHLAK MULIA, MANDIRI, BERWAWASAN
LINGKUNGAN, DAN UNGGUL DALAM IPTEKS (ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN SENI)
MISI
-
Meningkatkan
keimanan,dan ketakwaan untuk mewujudkan kepribadian yang utuh.
-
Meningkatkan
penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut.
-
Mendorong
seluruh elemen sekolah untuk mengenali potensi dirinya.
-
Meningkatkan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) seluruh elemen sekolah.
-
Meningkatkan
PBM (Proses Belajar mengajar) yang inovatif dan kreatif berdasarkan semangat
keunggulan secara efektif dan efisien.
-
Meningkatkan
bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara intensif.
-
Meningkatkan
kualitas lulusan yang memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan
yang seimbang dan kompetitif.
-
Meningkatkan
jumlah lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri terbaik di
dalam dan di luar negeri.
Tugas Pokok dan Fungsi
Organisasi Sekolah :
1.
Kepala Sekolah (Top Management)
Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh
kegiatan sekolah, baik kedalam maupun keluar, yaitu :
·
Penyelenggaraan program kerja sekolah,
meliputi :
- Penyusunan
program kerja sekolah.
- Pengawasan proses
belajar mengajar, pelaksanaan dan penilaian proses dan hasil belajar serta
bimbingan dan konseling ( BK ).
·
Pembina kesiswaan.
·
Pelaksanaan bimbingan dan penilaian bagi guru
serta tenaga kependidikan lainnya.
·
Penyelenggaraan administrasi sekolah meliputi
administrasi ketenagaan, keuangan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum.
·
Pelaksanaan hubungan sekolah dengan lingkungan
dan atau masayarakat.
2.
Komite Sekolah (Top Management)
Adapun peran yang dijalankan komite sekolah
adalah sebagai berikut:
- Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan.
- Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam menyelenggarakan pendidikan di satuan pendidikan.
- Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaran dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
- Mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan.
Untuk menjalankan
perannya itu, komite sekolah memiliki fungsi sebagai berikut:
- Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
- Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
- Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.
- Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai:
-
Kebijakan dan program pendidikan
-
Rencana anggaran pendidikan dan belanja
sekolah (RAPBS/RKAS)
-
Kriteria kinerja satuan pendidikan
-
Kriteria tenaga kependidikan
-
Kriteria fasilitas pendidikan, dan
-
Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan
- Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.
- Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
- Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
3.
Tata Laksana /
Tata Usaha
(Top Management)
Tata Usaha
memiliki peran untuk menyusun laporan program kerja, mengelola keuangan
sekolah, Mengurus administrasi ketenagaan dan siswa, menyusun administrasi
perlengkapan, pembinaan dan juga pengembangan karir pegawai tata usaha di
sekolah.
4.
Wakasek Kurikulum
(Middle
Management)
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum bertanggung
jawab atas semua kegiatan belajar mengajar. Wakasek kurikulum bekerjasama
dengan Staff Pengajaran, Evaluasi, Akademik, dan Perpustakaan. Berikut tugas –
tugasnya :
·
Menyusun pembagian tugas guru.
·
Mengelola kegiatan belajar mengajar.
·
Menyusul jadwal evaluasi.
·
Menyusun jadwal penerimaan Raport dan Ijazah
·
Menyusun kriteria kenaikan kelas dan
kurikulum.
·
Menyusun pelaksanaan UAS dan UAN.
·
Menyusun instrumen kegiatan belajar mengajar.
·
Menyusun kegiatan ekstrakulikuler.
·
Mengkoordinasi Wali Kelas dan Perpustakaan.
5.
Wakasek Kesiswaan
(Middle
Management)
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan
bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar dibidang kesiswaan. Wakasek
Kesiswaan bekerjasama dengan Staff Ekstrakulikuler, OSIS, dan IMTAQ. Yang memiliki
tugas antara lain :
·
Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
ekstrakulikuler.
·
Pengadaan pengarahan dan pembina kegiatan
OSIS.
·
Pembuatan dan pengawasan pelaksanaan tata
tertib sekolah.
·
Penginventarisasian absensi dan pelanggaran –
pelanggaran.
·
Pembina dan pelaksana kegiatan 6-K.
·
Penilaian terhadap siswa untuk mewakili
sekolah terhadap kegiatan diluar sekolah.
·
Perencanaan kegiatan setelah siswa lulus
·
Penerimaan peserta didik baru (PPDB)
·
Masa Orientasi Siswa (MOS)
·
Studi banding
·
Pembagian kelas
6.
Wakasek Sarana
dan Prasarana (Middle Management)
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan
Prasarana bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar dibidang
sarana dan prasarana. Wakasek Sarana dan Prasarana bekerjasama dengan Staff
Sarana Prasarana yang memiliki tugas antara lain:
·
Inventarisasi barang, terdiri atas :
o Mencatat alat /
barang yang masuk.
o Mencatat alat
laboratorium yang masuk.
o Mencatat alat
peraga.
·
Pengadaan sarana dan prasarana olahraga.
·
Pendayagunaan sarana dan prasarana.
7.
Wakasek Humas (Middle Management)
Wakil Kepala
Sekolah Humas dan Staff Humas bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar
mengajar dibidang hubungan masyarakat yang memiliki tugas antara lain :
·
Membina kerjasama dengan masyarakat.
·
Membina hubungan dengan komite sekolah.
·
Membina hubungan antara sekolah dengan POMG/BP3.
·
Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah
dengan orangtua/wali siswa.
·
Mengikuti lomba-lomba diluar sekolah.
8.
Divisi ICT (Middle
Management)
Divisi ICT bertugas membantu Kepala Sekolah
dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
-
Perencanaan pengadaan alat dan bahan
laboratorium
-
Penyusunan tata tertib dann jadwal penggunaan
laboratorium
-
Penyusunan program tugas-tugas laboran/
petugas laboratoriumMengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
-
Pemeliharaan dan perbaikan alat-alat
laboratorium
-
Menginventarisasi dan mengadministrasikan
alat-alat laboratorium penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan
laboratorium secara berkala
9.
Wali Kelas (Low Managemet)
Wali Kelas bertugas membantu Kepala Sekolah
dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
-
Pengelolaan kelas
-
Penyelenggaraan administrasi kelas yang
meliputi :
1)Denah tempat duduk siswa
2)Papan absensi siswa
3)Daftar piket kelas
4)Nuku absensi siswa
5)Buku kegiatan belajar mengajar
6)Tata tertib kelas
-
Penyusunan / pembuatan statistic bulanan siswa
-
Pengisian daftar kumpulan nilai siswa ( legger
)
- Pembuatan catatan khusus tentang siswa
-
Pencatatan mutasi siswa
-
Pengisian buku laporan siswa
-
Pembagian buku laporan pendidikan ( rapor )
-
Memahami
dan melaksanakan 12 langkah wali kelas
Dua belas ( 12 ) langkah wali kelas :
1. Mengetahui tugas pokoknya yaitu :
2. Mewakili orang tua dan Kepala Sekolah dalam
lingkungan kelasnya
3. Membina kepribadian dan budi pekerti
4. Membantu perkembangan kecerdasan
5. Membantu pengembangan ketrampilan
6. Mengetahui jumlah anak didik
7.
Mengetahui nama-nama anak didik
8. Mengetahui identitas anak didik, antara lain
dengan cara memanggil seorang demi seorang anak didiknya untuk menyelesaikan
9. Mengetahui kehadiran setiap hari dikelas
10. Mengetahui
masalah-masalah anak didik ( pelajaran, ekonomi, sosial dll )
11. Mengetahui penilaian : kelakuan dan kerajinan
12. Mengambil
tindakan - tindakan untuk mengatasi masalah
13. Memperhatikan buku rapor, kenaikan kelas dan
tamatan/ kelulusan
14. Memperhatikan
kesehatan dan kesejahteraan
15. Membina suasana
kekeluargaan
16. Melaporkan kepada
Kepala Sekolah
10.
MGMP (Low Managemet)
Beberapa fungsi dari MGMP adalah sebagai
berikut:
-
Menyusun program
jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek serta mengatur jadwal dan tempat
kegiatan secara rutin
-
Memotivasi para
guru untuk mengikuti kegiatan MGMP secara rutin, baik di tingkat sekolah,
wilayah, maupun kota
-
Meningkatkan mutu
kompetensi profesionalisme guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pengujian/evaluasi pembelajaran di kelas, sehingga mampu mengupayakan
peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di sekolah
-
Mengembangkan
program layanan supervisi akademik klinis yang berkaitan dengan pembelajaran
yang efektif
-
Mengembangkan
silabus dan melakukan Analisis Materi Pelajaran (AMP), Program Tahunan (Prota),
Program Semester (Prosem), Rencana Pelajaran (RPP), dan KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal), (Modifikasi RPP dengan memasukan pendidikan karakter bangsa,
kewirausahaan, budaya lingkungan , anti korupsi , dan sebagainya)
-
Mengupayakan
lokakarya, simposium dan sejenisnya atas dasar inovasi manajemen kelas,
manajemen pembelajaran efektif (seperti : PAKEM-Pendekatan Aktif, Kreatif,
Efektif, dan Menyenangkan-, joyful and quantum learning, hasil classroom action
research, hasil studi komparasi atau berbagai studi informasi dari berbagai nara
sumber, dan lain-lain.)
-
Merumuskan model
pembelajaran yang variatif dan alat-alat peraga praktik pembelajaran program
Life Skill, Lesson study dan PTK
-
Berpartisipasi
aktif dalam kegiatan MGMP Propinsi dan MGMP nasional serta berkolaborasi dengan
MKKS dan sejenisnya secara kooperatif
-
Melaporkan hasi
kegiatan MGMP secara rutin setiap tahun pelajaran kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten Bogor
-
Berpartisipasi
membatu Dinas Pendidikan Kota/Kab diera etonomi daerah , membuat pemetaan guru,
SDM , kebutuhan guru dalam mengembangkan profesionalismenya dan berada di garda
terdepan dalam meningkatkan kualitas pendidikan .
11.
Guru (Low Managemet)
Guru bertanggung
jawab kepada Sekolah dan mempunyai tugas sebagai berikut :
-
Membuat program
pengajaran/ rencana kegiatan belajar mengajar persemester
-
Membuat satuan
pelajaran ( persiapan mengajar
-
Melaksanakan
kegiatan belajar mengajar
-
Melaksanakan
kegiatan penilaian belajar semester / tahunan
-
Mengisi daftar
nilai siswa
-
Melaksanakan
analisis hasil evaluasi belajar
-
Menyusun dan
melaksanakan program perbaikan dan pengajaran
-
Melaksanakan
kegiatan membimbing dalam kegiatan proses belajar mengajar
-
Membuat alat
pelajaran / alat program
-
Membuat alat
pelajaran / alat peraga
-
Menciptakan karya
seni
-
Menikuti kegiatan
pengembangan kurikulum
-
Melaksanakan
tugas tertentu di sekolah
-
Mengadakan
pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabya
-
Membuat Lembar
Kerja Siswa ( LKS )
-
Membuat catatan
tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa
-
Mengatur
kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum
-
Menumpulkan dan
menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.
12.
Siswa (Low Managemet)
a. Tugas
dan kewajiban terhadap sekolah, yaitu:
-
Menaati tata
tertib sekolah.
-
Membayar SPP dan
segala sesuatu yang dibebankan sekolah kepadanya, sepanjang sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
-
Turut membina
suasana sekolah yang aman, tertib dan tenteram, di mana suasana keagamaan
menjadi dominan.
-
Menjaga nama baik
sekolah di manapun ia berada dan menjadi “kebanggaan” baginya mendapat
kesempatan belajar pada sekolah yang bersangkutan.
b. Tugas dan kewajiban terhadap kelas, yaitu:
-
Senantiasa
menjaga kebersihan kelas dan lingkungannya.
-
Memelihara
keamanan dan ketertiban kelas sehingga suasana belajar menjadi aman, tenteram
dan nyaman.
-
Melakukan kerja
sama yang baik dengan teman sekelasnya dalam berbagai urusan dan kepentingan
kelas serta segala sesuatunya dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat.
-
Memelihara dan
mengembangkan semangat dan solidaritas, kesatuan dan kebanggaan, suasana
keagamaan dalam kelas, sehingga memberi peluang untuk mengaktualisasikan
ajaran-ajaran Islam dan berlomba-lomba untuk kebaikan.
c. Tugas dan kewajiban siswa terhadap kelompok, yaitu:
-
Membentuk
kelompok belajar bersama untuk memperoleh berbagai pemahaman dan pengalaman
dalam mempelajari bahan pelajaran melalui penelaahan dan diskusi kelompok.
-
Mengembangkan
pola sikap keagamaan dan mempergunakan waktu senggang untuk belajar bersama,
bersilaturrahmi dengan keluarga dan anggota kelompoknya dan saling membantu,
serta melakukan berbagai kegiatan yang bersifat rekreatif, sehingga terwujud
rasa ukhwah Islamiah di antara mereka.
-
Memelihara
semangat dan soladaritas kelompok, saling mempercayai dan saling menghargai
akan kemampuan masing-masing anggota kelompok, sehingga belajar menjadi lebih
terarah dan bermakna bagi diri masing-masing.
Komentar
Posting Komentar