Langsung ke konten utama

Analisa Struktur Organisasi Studi pada SMAN 2 Cibinong

Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi
‘Analisa Struktur Organisasi Studi pada SMAN 2 Cibinong’

 




Sejarah Singkat SMAN 2 Cibinong Bogor

       

 
 

SMA Negeri 2 Cibinong resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 0260/0/1994 tanggal 5 Oktober 1994. Peresmiannya baru dilaksanakan di Bogor pada tanggal 24 Desember 1994 oleh Bapak Drs. H.S Yusupadi yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Barat.

Dalam proses pembentukannya SMA Negeri 2 Cibinong untuk pertama kalinya memiliki formasi siswa kelas I sebanyak 3 kelas yang tadinya merupakan Kelas Jauh SMAN 1 Cibinong yang terletak di Jl. Mayor Oking . Kedua sekolah tersebut secara bersamaan dipimpin oleh Bapak Drs. Irlan Sumadi (1993-1995) begitu juga para pendidik dan staf Tata Usahanya merupakan pembauran dari dua lembaga tersebut. Pada tahun 1994 jumlah guru yang diangkat sebanyak 19 orang dan TU-nya 1 orang. Sarana yang dimiliki pada saat itu terdiri dari Ruang Perkantoran, Ruang Guru, Ruang perpustakaan dan tiga ruang kelas.

Periode selanjutnya SMA Negeri 2 Cibinong dipimpin oleh Bapak Drs. U. Ali Muchtar (1995-1996) dan pada saat itu pertama kalinya SMA Negeri 2 Cibinong meluluskan generasi pertama alumni SMA Negeri 2 Cibinong. Pimpinan SMA Negeri 2 Cibinong yang  ketiga yaitu Bapak Drs. Ali Rochman (1997-1999) dimana SMA Negeri 2 Cibinong mulai dilirik eksistensinya ditambah dengan sarana prasarana sekolah yang semakin bertambah.

Periode berikutnya SMA Negeri 2 Cibinong dipimpin oleh Ibu Dra. Hj. Tati Sumiati (1999-2005). Pada masa ini SMAN 2 Cibinong mulai unjuk dalam berbagai prestasi baik akademik dan non akademik. Animo masyarakat untuk menitipkan putra putrinya untuk bersekolah d SMA Negeri 2 Cibinong semakin tinggi. Sekolah dengan satu shift mulai diberlakukan.

Dra. Hj. Komariah (2005-2006) merupakan pemimpin SMA Negeri 2 Cibinong yang ke lima. Dalam kepemimpinanya semakin ditanamkan bahwa akhlak mulia dan budi pekerti yang tinggi merupakan salah satu unggulan SMA Negeri 2 Cibinong.

 Pemimpin berikutnya  di SMA Negeri 2 Cibinong adalah Dra. Hj. Zuraidah, MM (2006-2011). Beliau memberikan banyak perubahan inovatif dalam bidang pendidikan antara lain Full Day School, Moving Class, Sister School, School Based IT, Adaption and Adoption Of Curriculum of Cambridge dan peningkatan dalam bidang sarana dan prasarana. SMA Negeri 2 Cibinong semakin menonjol dalam berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik seperti juara OSN, O2SN serta yang membanggakan lagi adalah banyaknya siswa yang diterima di PTN maupun PT di luar negeri. Bahkan ditambah lagi dengan diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat untuk ditunjuk sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) untuk wilayah Kabupaten Bogor yang dirintis sejak tahun 2007. SMA Negeri 2 Cibinong tidak henti-hentinya berbenah diri, diantaranya dengan membangun beberapa ruang kelas, ruang kelas yang lama diganti dengan membangun ruang kelas baru, sehingga sekarang wajah SMA Negeri 2 Cibinong semakin cantik dan sampai saat ini semua bangunan lama sudah berubah dengan bangunan baru.

Bapak Drs. Hidayat, MM (2011-2013) merupakan pemimpin SMA Negeri 2 Cibinong yang ke tujuh dimana pada periode ini SMA Negeri 2 Cibinong sebagai RSBI menjadi SBI. Prestasi siswa maupun prestasi para alumni semakin membanggakan. Berbagai kejuaraan ditoreh, juara umum OSN tingkat Kabupaten secara berturut-turut sampai dengan tingkat nasional  dan 90% siswa diterima di PTN baik melalui jalur tulis maupun jalur undangan.

Saat ini SMA Negeri 2 Cibinong dipimpin oleh Bapak Dr. Bambang Supriyadi, M.Pd (2014-sekarang) dan beliau senantiasa meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang baik akademik maupun non akademik. Berbagai program peningkatan mutu pendidikan tengah dikembangkan dan SMAN 2 Cibinong semakin hari semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah daerah.
Generasi demi generasi terus silih berganti menyempurnakan dan menyemarakkan perjalanan SMA Negeri 2 Cibinong dengan segala suka dukanya hingga sekarang ini. Hal ini yang akan menjadikan SMA Negeri 2 Cibinong sekolah unggulan di Kabupaten Bogor  maupun di Propinsi Jawa Barat.




VISI & MISI

VISI

TERWUJUDNYA WARGA SEKOLAH  YANG  BERAKHLAK MULIA,  MANDIRI,  BERWAWASAN LINGKUNGAN, DAN UNGGUL DALAM IPTEKS (ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN SENI)

MISI



-        Meningkatkan  keimanan,dan ketakwaan untuk mewujudkan kepribadian yang  utuh.
-        Meningkatkan  penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut.
-        Mendorong seluruh elemen  sekolah untuk mengenali potensi dirinya.
-        Meningkatkan  kualitas  Sumber Daya Manusia (SDM) seluruh elemen sekolah.
-        Meningkatkan PBM  (Proses Belajar mengajar) yang inovatif dan kreatif berdasarkan semangat keunggulan secara efektif dan efisien.
-        Meningkatkan bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara intensif.
-        Meningkatkan kualitas lulusan yang  memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan  yang seimbang  dan kompetitif.
-        Meningkatkan  jumlah  lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri terbaik di dalam dan di luar negeri.
 

 

Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Sekolah :

1.        Kepala Sekolah (Top Management)

Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan sekolah, baik kedalam maupun keluar, yaitu :

·    Penyelenggaraan program kerja sekolah, meliputi :
-  Penyusunan program kerja sekolah.
-  Pengawasan proses belajar mengajar, pelaksanaan dan penilaian proses dan hasil belajar serta bimbingan dan konseling ( BK ).
·    Pembina kesiswaan.
·    Pelaksanaan bimbingan dan penilaian bagi guru serta tenaga kependidikan lainnya.
·    Penyelenggaraan administrasi sekolah meliputi administrasi ketenagaan, keuangan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum.
·    Pelaksanaan hubungan sekolah dengan lingkungan dan atau masayarakat.

2.        Komite Sekolah (Top Management)
Adapun peran yang dijalankan komite sekolah adalah sebagai berikut:
  1. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan.
  2. Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam menyelenggarakan pendidikan di satuan pendidikan.
  3. Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaran dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
  4. Mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan.
Untuk menjalankan perannya itu, komite sekolah memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
  2. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
  3. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.
  4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai:
-      Kebijakan dan program pendidikan
-      Rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah (RAPBS/RKAS)
-      Kriteria kinerja satuan pendidikan
-      Kriteria tenaga kependidikan
-      Kriteria fasilitas pendidikan, dan
-      Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan
  1. Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.
  2. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
  3. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
3.        Tata Laksana / Tata Usaha (Top Management)
Tata Usaha memiliki peran untuk menyusun laporan program kerja, mengelola keuangan sekolah, Mengurus administrasi ketenagaan dan siswa, menyusun administrasi perlengkapan, pembinaan dan juga pengembangan karir pegawai tata usaha di sekolah.

4.        Wakasek Kurikulum (Middle Management)
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar. Wakasek kurikulum bekerjasama dengan Staff Pengajaran, Evaluasi, Akademik, dan Perpustakaan. Berikut tugas – tugasnya :
·    Menyusun pembagian tugas guru.
·    Mengelola kegiatan belajar mengajar.
·    Menyusul jadwal evaluasi.
·    Menyusun jadwal penerimaan Raport dan Ijazah
·    Menyusun kriteria kenaikan kelas dan kurikulum.
·    Menyusun pelaksanaan UAS dan UAN.
·    Menyusun instrumen kegiatan belajar mengajar.
·    Menyusun kegiatan ekstrakulikuler.
·    Mengkoordinasi Wali Kelas dan Perpustakaan.

5.        Wakasek Kesiswaan (Middle Management)
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar dibidang kesiswaan. Wakasek Kesiswaan bekerjasama dengan Staff Ekstrakulikuler, OSIS, dan IMTAQ. Yang memiliki tugas antara lain :
·    Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler.
·    Pengadaan pengarahan dan pembina kegiatan OSIS.
·    Pembuatan dan pengawasan pelaksanaan tata tertib sekolah.
·    Penginventarisasian absensi dan pelanggaran – pelanggaran.
·    Pembina dan pelaksana kegiatan 6-K.
·    Penilaian terhadap siswa untuk mewakili sekolah terhadap kegiatan diluar sekolah.
·    Perencanaan kegiatan setelah siswa lulus
·    Penerimaan peserta didik baru (PPDB)
·    Masa Orientasi Siswa (MOS)
·    Studi banding
·    Pembagian kelas

6.        Wakasek Sarana dan Prasarana (Middle Management)
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar dibidang sarana dan prasarana. Wakasek Sarana dan Prasarana bekerjasama dengan Staff Sarana Prasarana yang memiliki tugas antara lain:
·    Inventarisasi barang, terdiri atas :
o  Mencatat alat / barang yang masuk.
o  Mencatat alat laboratorium yang masuk.
o  Mencatat alat peraga.
·    Pengadaan sarana dan prasarana olahraga.
·    Pendayagunaan sarana dan prasarana.
·    Penyusunan anggaran sekolah.

7.    Wakasek Humas (Middle Management)
Wakil Kepala Sekolah Humas dan Staff Humas bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar dibidang hubungan masyarakat yang memiliki tugas antara lain :
·    Membina kerjasama dengan masyarakat.
·    Membina hubungan dengan komite sekolah.
·    Membina hubungan antara sekolah dengan POMG/BP3.
·    Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orangtua/wali siswa.
·    Mengikuti lomba-lomba diluar sekolah.

8.        Divisi ICT (Middle Management)
Divisi ICT bertugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
-      Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
-      Penyusunan tata tertib dann jadwal penggunaan laboratorium
-      Penyusunan program tugas-tugas laboran/ petugas laboratoriumMengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
-      Pemeliharaan dan perbaikan alat-alat laboratorium
-      Menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat laboratorium penyusunan laporan  pelaksanaan kegiatan laboratorium secara berkala

9.        Wali Kelas (Low Managemet)
Wali Kelas bertugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
-      Pengelolaan kelas
-      Penyelenggaraan administrasi kelas yang meliputi :
1)Denah tempat duduk siswa
2)Papan absensi siswa
3)Daftar piket kelas
4)Nuku absensi siswa
5)Buku kegiatan belajar mengajar
6)Tata tertib kelas
-      Penyusunan / pembuatan statistic bulanan siswa
-      Pengisian daftar kumpulan nilai siswa ( legger )
-      Pembuatan catatan khusus tentang siswa
-      Pencatatan mutasi siswa
-      Pengisian buku laporan siswa
-      Pembagian buku laporan pendidikan ( rapor )
-      Memahami dan melaksanakan 12 langkah wali kelas
Dua belas ( 12 ) langkah wali kelas :
1. Mengetahui tugas pokoknya yaitu :
2. Mewakili orang tua dan Kepala Sekolah dalam lingkungan kelasnya
3. Membina kepribadian dan budi pekerti
4. Membantu perkembangan kecerdasan
5. Membantu pengembangan ketrampilan
6. Mengetahui jumlah anak didik
7.  Mengetahui nama-nama anak didik
8. Mengetahui identitas anak didik, antara lain dengan cara memanggil seorang demi seorang anak didiknya untuk menyelesaikan
9. Mengetahui kehadiran setiap hari dikelas
10. Mengetahui masalah-masalah anak didik ( pelajaran, ekonomi, sosial dll )
11. Mengetahui penilaian : kelakuan dan kerajinan
12. Mengambil tindakan - tindakan untuk mengatasi masalah
13. Memperhatikan buku rapor, kenaikan kelas dan tamatan/ kelulusan
14. Memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan
15. Membina suasana kekeluargaan
16. Melaporkan kepada Kepala Sekolah

10.    MGMP (Low Managemet)
Beberapa fungsi dari MGMP adalah sebagai berikut:
-      Menyusun program jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek serta mengatur jadwal dan tempat kegiatan secara rutin
-      Memotivasi para guru untuk mengikuti kegiatan MGMP secara rutin, baik di tingkat sekolah, wilayah, maupun kota
-      Meningkatkan mutu kompetensi profesionalisme guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengujian/evaluasi pembelajaran di kelas, sehingga mampu mengupayakan peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di sekolah
-      Mengembangkan program layanan supervisi akademik klinis yang berkaitan dengan pembelajaran yang efektif
-      Mengembangkan silabus dan melakukan Analisis Materi Pelajaran (AMP), Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Rencana Pelajaran (RPP), dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), (Modifikasi RPP dengan memasukan pendidikan karakter bangsa, kewirausahaan, budaya lingkungan , anti korupsi , dan sebagainya)
-      Mengupayakan lokakarya, simposium dan sejenisnya atas dasar inovasi manajemen kelas, manajemen pembelajaran efektif (seperti : PAKEM-Pendekatan Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan-, joyful and quantum learning, hasil classroom action research, hasil studi komparasi atau berbagai studi informasi dari berbagai nara sumber, dan lain-lain.)
-      Merumuskan model pembelajaran yang variatif dan alat-alat peraga praktik pembelajaran program Life Skill, Lesson study dan PTK
-      Berpartisipasi aktif dalam kegiatan MGMP Propinsi dan MGMP nasional serta berkolaborasi dengan MKKS dan sejenisnya secara kooperatif
-      Melaporkan hasi kegiatan MGMP secara rutin setiap tahun pelajaran kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor
-      Berpartisipasi membatu Dinas Pendidikan Kota/Kab diera etonomi daerah , membuat pemetaan guru, SDM , kebutuhan guru dalam mengembangkan profesionalismenya dan berada di garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pendidikan .

11.    Guru (Low Managemet)
Guru bertanggung jawab kepada Sekolah dan mempunyai tugas sebagai berikut :
-      Membuat program pengajaran/ rencana kegiatan belajar mengajar persemester
-      Membuat satuan pelajaran ( persiapan mengajar
-      Melaksanakan kegiatan belajar mengajar
-      Melaksanakan kegiatan penilaian belajar semester / tahunan
-      Mengisi daftar nilai siswa
-      Melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar
-      Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran
-      Melaksanakan kegiatan membimbing dalam kegiatan proses belajar mengajar
-      Membuat alat pelajaran / alat program
-      Membuat alat pelajaran / alat peraga
-      Menciptakan karya seni
-      Menikuti kegiatan pengembangan kurikulum
-      Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
-      Mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabya
-      Membuat Lembar Kerja Siswa ( LKS )
-      Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa
-      Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum
-      Menumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.

12.    Siswa (Low Managemet)
a.     Tugas dan kewajiban terhadap sekolah, yaitu:
-  Menaati tata tertib sekolah.
-  Membayar SPP dan segala sesuatu yang dibebankan sekolah kepadanya, sepanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
-  Turut membina suasana sekolah yang aman, tertib dan tenteram, di mana suasana keagamaan menjadi dominan.
-  Menjaga nama baik sekolah di manapun ia berada dan menjadi “kebanggaan” baginya mendapat kesempatan belajar pada sekolah yang bersangkutan.
b. Tugas dan kewajiban terhadap kelas, yaitu:
-  Senantiasa menjaga kebersihan kelas dan lingkungannya.
-  Memelihara keamanan dan ketertiban kelas sehingga suasana belajar menjadi aman, tenteram dan nyaman.
-  Melakukan kerja sama yang baik dengan teman sekelasnya dalam berbagai urusan dan kepentingan kelas serta segala sesuatunya dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat.
-  Memelihara dan mengembangkan semangat dan solidaritas, kesatuan dan kebanggaan, suasana keagamaan dalam kelas, sehingga memberi peluang untuk mengaktualisasikan ajaran-ajaran Islam dan berlomba-lomba untuk kebaikan.
c. Tugas dan kewajiban siswa terhadap kelompok, yaitu:
-  Membentuk kelompok belajar bersama untuk memperoleh berbagai pemahaman dan pengalaman dalam mempelajari bahan pelajaran melalui penelaahan dan diskusi kelompok.
-  Mengembangkan pola sikap keagamaan dan mempergunakan waktu senggang untuk belajar bersama, bersilaturrahmi dengan keluarga dan anggota kelompoknya dan saling membantu, serta melakukan berbagai kegiatan yang bersifat rekreatif, sehingga terwujud rasa ukhwah Islamiah di antara mereka.
-  Memelihara semangat dan soladaritas kelompok, saling mempercayai dan saling menghargai akan kemampuan masing-masing anggota kelompok, sehingga belajar menjadi lebih terarah dan bermakna bagi diri masing-masing.



 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Pendek untuk Anak "Anak Kambing yang Cerdik"

Dikisahkan ada sebuah keluarga kambing yang hidup di hutan. Pada suatu ketika, ibu kambing akan pergi ke suatu tempat dan berpesan kepada anaknya untuk tidak membuka pintu untuk orang lain. Ibu kambing mengajari anaknya sebuah lagu agar si anak tidak salah mengenali. Jika ibu yang datang maka didepan pintu akan ada yang menyanyikan lagu tersebut. Tanpa mereka sangka, ada seekor serigala yang ikut mendengarkannya. Sesaat setelah ibu kambing pergi, datanglah seekor serigala yang lapar itu. Ia berdiri di depan pintu kemudian menyanyikan lagu yang ibu kambing tadi ajarkan. Anak kambing merasa aneh dengan kejadian ini. Ia pun membatin bahwa tidak mungkin ibunya yang baru saja pergi tapi tiba-tiba kembali. Suara yang ia dengarkan pun berbeda dari suara ibunya. Ia merasa bimbang mau membukakan pintu atau tidak. Di tengah kebimbangannya, anak kambing memutuskan untuk mengintip lewat celah kecil di bawah pintu. Betapa terkejutnya ia ketika tahu bahwa yang ia lihat bukan sepasang kaki ...

ANALISA WEBSITE LAZADA INDONESIA

TUGAS MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI ‘Analisa Website Pada Perusahaan Lazada Indonesia’ Disusun Oleh : Nur Asmawati Fajriani Azis (15115171) Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informatika Jurusan Sistem Informasi UNIVERSITAS GUNADARMA KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulisan makalah ini tentang “Analisa Website Pada Perusahaan Lazada Indonesia (www.lazada.co.id) ” yang merupakan tugas individu dari mata kuliah Manajemen Layanan Sistem Informasi yang diajarkan oleh Ibu Yuli Maharetta Arianti pada semester 4 pada Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informatika Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma. Keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Yuli Maharetta Arianti selaku dosen ...

PAPER 2 KELOMPOK 4 [WARGA NEGARA DAN NEGARA]

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya diatur oleh pemerintah dan memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut. Unsur dari suatu negara yaitu adanya wilayah/daerah, adanya pengakuan dari negara lain, adanya pemerintah yang berdaulat dan adanya penduduk. Penduduk atau sekumpulan orang-orang yang menempati suatu negara/wilayah/daerah yang telah diakui secara resmi oleh suatu negara disebut dengan Warga Negara. Dalam warga negara terdapat 2 asas, yaitu Asas Ius Soli dan Ius Sanguinis. Asas Ius Soli adalah asas pemberian kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran. Contoh negara yang menganut asas ini adalah Argentina, Brazil, Jamaika, Kanada, Mexico, dan Amerika Serikat. Sedangkan, Asas Ius Sanguinis adalah asas pemberian kewarganegaraan berdasarkan keturunan dari orangtuanya. Contoh negara yang menganut asas ini adalah China, Jerman, India, Jepang dan Malaysia. Warga Negara pun memiliki hak dan kewajiban masing-ma...