E-ticketing atau electronic ticketing adalah
suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan
pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper
ticket. Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan secara digital
dalam sistem komputer milik airline. Sebagai bukti pengeluaran E-Ticket,
pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya berlaku sebagai alat
untuk masuk ke dalam bandara di Indonesia yang masih mengharuskan penumpang
untuk membawa tanda bukti perjalanan. Eticketing (ET) adalah peluang untuk
meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-ticketing
mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan
fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan perubahan
dalam jadwal perjalanan (http://www.ebizzasia.com/).
E-Ticketing sistem untuk memudahkan orang
untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs web, Tiket dapat
dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit / kartu debit. Orang
tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui internet publik di terminal
atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre
Adapun
tahapan analisis sistem yang dimaksud, antara lain:
1. Kelemahan E-Ticketing
a) Ada kekhawatiran mengenai jaminan keamanan atas
kode-kode kartu kredit, ATM, dan lain-lain.
b) Pemesanan E-Ticketing dilakukan secara online atau
melalui internet dan tidak semua orang mengerti tentang internet artinya belum
bisa mengoprasikan internet itu sendiri. Belum semua orang mengetahui tentang
bagaimana caranya memesan tiket secara Online.
c) Belum semua orang mengetahui dan paham betul tentang E-Ticketing.
2. Keuntungan E-Ticketing
a)
Kemudahan.
Pengguna dapat mudah mengerti dalam melakukan pemesanan tiket melalui layanan
ini.
b) Keamanan. Pengguna diberikan fasilitas login dan hanya 1 orang
dengan 1 nama yang sudah terdaftar
sebelumnya yang bias mengakses layanan menu utamanya.
c)
Keuntungan.
Pengguna diuntungkan dengan masalah waktu dan tenaga dalam melakukan pemesanan
serta adanya discount atau potongan harga jika pengguna sudah menjadi pelanggan tetap.
d) Kenyamanan. Pengguna dapat melakukan pemesanan dengan nyaman,
tanpa adanya gangguan.
3. Efisiensi Dana dan Waktu melalui E-Ticketing
a) Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket.
b) Mengurangi biaya pencetakan tiket untuk stok, amplop dan pos.
c) Mengurangi biaya pembayaran tenaga kerja yang terkait
dengan pencetakan dan mailing tiket.
d) E-Tiketing selamat dan aman. Barcode validasi
menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat.
e)
Tidak ada
biaya pengiriman karena pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka
segera setelah mereka membelinya.
f)
Penjualan
melalui website bisa memproses ribuan bokingan perhari, sehingga bisa.
g) Melayani lebih banyak penumpang ketimbang menjual
lewat call centre atau kantor penjualan. Selain itu, pihaknya juga tidak perlu
mengeluarkan biaya untuk menyewa atau menggaji karyawan costumer service.
h) Dengan E-Tiketing tidak perlu bawa-bawa
tiket ke airport. Apabila hilang maka bisa di print ulang dan tidak dikenakan
biaya tambahan (gratis). Harga yang tertera sangat jelas, tidak seperti tiket
jenis lama yang seringkali tidak terbaca.
i) Bagi maskapai penerbangan sendiri, E-Ticketing juga
memperkecil biaya pelayanan, sehingga harga tiket juga dapat ditekan.
j) Bagi konsumen terhindar dari kehilangan tiket pesawat
secara fisik, karena pada dasarnya, setelah kode booking di
konfirmasi, nama penumpang telah tercatat di system airlines. Penumpang
terhindar dari resiko volid tiket yang disebabkan kesalahan penulisan pada
paper ticket oleh travel agent.
k) Penumpang tidak perlu bertemu secara fisik dengan travel
agent karena E-Tiket bisa dapat melalui Fax, atau hanya berupa sms
kode booking, dan pembayarannya bisa dilakukan dengan transfer via ATM
atau internet/sms banking.
4. Efisisensi Dana dan Waktu Melalui Cara Konvensional
a) Penumpang langsung bertemu secara fisik dengan travel
agent sehingga informasi yang diperoleh lebih mudah dimengerti.
b) Tidak akan terjadi kesalahan tujuan yang tercantum
pada tiket sebab pembelian dilakukan secara langsung sedangkan melalui E-Ticketing bisa
terjadi kesalahan apabila konsumennya kurang paham akan system online.
c) Keamanan transaksi relative lebih terjamin dibanding
E-Ticketing yang harus membayar via kredit card atau transfer melalui
ATM.
Dampak dari
penggunaan teknologi informasi E-Ticketing terhadap operasional perusahaan, dan
citra / image perusahaan adalah salah satunya berkurangnya jumlah SDM pada
suatu perusahaan maskapai penerbangan karena banyak pekerjaan rutinitas dapat
digantikan oleh sistem aplikasi di komputer. Oleh karena itu ini menjadi
tantangan bagi manajemen perusahaan penerbangan dalam persaingan yang sangat
kompetitif antar maskapai sehingga maskapai dituntut untuk selalu melakukan
langkah-langkah penghematan biaya pada perusahaan penerbangan. Salah satu cara
penghematan biaya adalah dengan pemanfaatan teknologi Sistem informasi
managemen (SIM). Memang pembangunan dan development infrastruktur SIM
adalah investasi yang cukup mahal. Di awal,
pengembangan SIM, perlu pengkajian yang dalam dalam memilih jenis hardware
maupun software yang sesuai dengan karakteristik perusahaan sehingga tidak
salah dalam pengembangan selanjutnya. Sehingga di butuhkan perencanaan yang
sangat matang untuk mengunakan system ini. SIM Transportasi Udara telah mengalami
berbagai kecenderungan perubahan aplikasi untuk meninggkatkan efisiensi dan
efektivitas dalam proses penjualan produk jasa.
Dampak dari
penggunaan teknologi informasi terhadap penggunanya yaitu dengan adanya layanan E-Ticketing atau E-Business ini
maka pelanggan dapat mengakses serta melakukan pesanan dari
berbagai tempat. Dengan adanya era teknologi yang canggih saat ini para
pelanggan yang ingin mengakses E-Business tidak harus berada di suatu tempat,
hal itu dikarenakan di kota kota besar di Indonesia telah banyak tempat tempat
yang menyediakan suatu fasilitas akses internet hanya dengan menggunakan
laptop/notebook ataupun dengan Personal Digital Assistant (PDA) dengan
menggunakan teknologi wifi.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar